Donor Darah Harus Sudah 17 Tahun

Donor darah tak hanya berfungsi sosial. Aktifitas tersebut juga memberikan banyak manfaat kesehat bagi pendonor. Meski begitu tidak semua orang bisa menjadi pendonor. Ada persyaratan yang harus dipenuhi pendonor.
Syarat utamanya adalah pendonor harus sudah berusia di atas 17 tahun. Usia di bawah 17 tahun merupakan usia pertumbuhan dan padat aktifitas, mereka tidak diijinkan jadi pendonor. Selain syarat usia, berat calon donor juga disyaratkan minimum 45 kilogram dengan suhu tubuh sebelum donor 36,6-37,5 derajat celcius pada pengukuran oral. Tekanan darah dan denyut nadi juga harus normal. Dokter akan memeriksakan itu sebelum pengambilan darah. Dilanjutkan tes kadar hemoglobin, yang disyaratkan minimal 12,5 gram persen.


Menyumbangkan darah, merupakan awal kebiasaan yang baik bagi kesehatan pendonor. Sebab, darah yang didonorkan akan melalui pemeriksaan pradonasi secara lengkap. Jadi, pendonor secara teratur berarti juga memeriksa darah secara teratur.
Donor juga dapat menghindarkan dari penumpukan zat besi dalam sel darah, yang beresiko serangan jantung. Kelebihan zat besi dalam darah membuat LDL (kolesterol jahat) membentuk aterosklerosis atau plak lemak yang bisa menyumbat pembulu darah. Penyumbatan inilah yang bisa menjadi awal sakit jantung.
Jika donor darah dilakukan rutin 4 bulan sekali, kekentalan darah akan berkutang. Itu juga mengurangi kemungkinan terjadinya penyumbatan pembuluh darah. Dengan berdonor, akan diproduksi sel darah baru yang akan membawa oksigen ke seluruh tubuh. Sirkulasi darah yang baik akan meningkatkan metabolisme dan merevitalisasi tubuh.
Volume darah akan kembali normal dalam 24 jam setelah berdonor. Sel-sel darah akan dibentuk kembali dalam 4-8 minggu dan seseorang diperbolehkan berdonor lagi setelah 76 hari. Pada kondisi sehat yang diijinkan berdonor, volume darah dalam tubuh rata-rata 5000-6000 cc. Jika diambil 350 cc saat donor, tubuh tidak akan terpengaruh.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar